Saya merasa bersyukur kehadirat Allah, karena dapat menikmati jawaban tugas yang begitu indah, menyentuh dan InsyaAllah "originil" dari buah pikir dan buah hati sang penulis jawaban. Untuk mahasiswa bersangkutan, saya memberikan apresiasi yang tinggi, dengan cara memuat tuliasan tersebut ke dalam blog kita ini. Terima Kasih ananda Mayang Maharani, semoga Anda senantiasa dirahmati Tuhan Yang Maha Pengasih, dan senantiasa dijaga hati ananda dari segala debu pikiran yang dapat mengotori atau menodai kebersihan hati. Amien.
Untuk para pemerhati blog yang lain, agar lebih nikmat dibaca maka saya sedikit mengedit, tapi TANPA MERUBAH esensi dari tulisan tersebut, selamat menikmati tulisan teman sejawat (mahasiswa) berikut;
PERTANYAAN TUGAS PERTAMA
1. Tuliskan tiga istilah PENYAKIT HATI yang Anda ketahui, dan berikan TIPS solusinya untuk survive dari BISIKAN SETAN!.
Macam & Jenis Penyakit Hati - Definisi & Pengertian Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.
Macam-macam arti penyakit hati dan sifat buruk manusia :
1. Iri Hati Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran.
2. Hasut / Hasud / Provokasi Hasud adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar amarah / marah orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama.
3. Buruk Sangka Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak-mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.
Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat:
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44)
Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.
PERTANYAAN TUGAS KEDUA;
2. Berikan uraian singkat tentang cara mengajarkan (metode) solusi untuk survive terhadap satu PENYAKIT HATI (yang belum tercantum pada nomor 1 di atas) kepada peserta didik di sekolah.
Kalau kita mau minum dan gelasnya kotor, atau mau makan dan piringnya kotor kita tidak mungkin bisa menimati minuman yang lezat atau makanan yang enak, kalau gelas dan piring yang kotor itu tidak dibersihkan dulu.
Maka dalam hal ibadah dan bertaqarub (mendekatkan diri) kepada Allahpun demikian, kita tidak mungkin bisa khusu dan dekat dengan Allah SWT kalau jiwa kita tidak dibersihkan terlebih dahulu dalam semua kotoran dan penyakit-penyakit hati. Dalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa: "Inallaha yuhibul mutatohirin" (Allah menyenangi orang-orang yang mensucikan diri).
SolatSolat misalnya baru diterima kalau sebelumnya kita membersihkan jasmani dan rohani kita. Jadi 'toharah' yaitu pembersihan atau pensucian jiwa adalah kunci untuk bertaqarub kepada Allah SWT.
Wudu Wudu sebetulnya bukan hanya membersihkan anggota badan, tapi juga membersihkan batin atau jiwa. Sebab setiap tetesan air wudu itu membersihkan dosa-dosa kecil. Sebanyak tetesan itulah dosa-dosa itu berjatuhan.
Ketika kita membersihkan kedua tangan kita, bukan hanya tangan saja yang bersih, tapi juga dosa-dosa yang dilakukan oleh tangan kita sebelum wudud ikut jadi bersih. Mungkin sebelum wudu tangan kita memegang sesuatu yang tidak halal, atau memukul orang secara zdolim. Maka kita berdo'a: "Ya Allah ampunilah semua dosa yang dilakukan oleh kedua tangan ini".
Ketika kita berkemur (memberesihkan mulut), kita mengeluarkan semua kotoran yang ada dimulut. Tapi yang lebih jauh dari itu, sebetulnya kita sedang memohon kepada Allah, “Ya Allah! Berapa kata-kata buruk, bohong, ghibah yang keluar dari mulut ini, ya Allah beresihkanlah kedua bibir ini.”
Hati-hati para perokok, siapa tahu asap rokoknya membuat orang yang sakit astma tambah kambuh sakitnya. Atau asapnya itu mengakibatkan orang lain terkena penyakit kangker. Kalau orang yang asthma itu berdo'a, pasti do'anya dikabul karena dia sedang didzolimi.
Ketika kita membasuh muka, maka semua dosa yang dilakukan oleh mata, hidung bercucuran seperti tetesan air wudu. Ketika air sampai dikening, mohonlah kepada Allah "Ya Allah! Bersihkan kening ini dari rencana-rencana yang jelek."
Demikian juga ketika membasuh kaki, kita berdoa agar jangan dibiarkannya untuk melangkah kecuali ketempat yang diridhoi oleh Allah SWT. "Ya Allah ampunilah kalau selama ini kaki ini sering dilangkahkan ketempat-tampat ma'siat."
Jadi ketika berwudu hendaklah kita berwudu secara jasami dan rohani, atau zhahir dan batin.
Suuzdzon (Buruk Sangka) Diantara penyakit hati yang berbahaya adalah 'suuzdon'. Kita harus hati-hati, karena kalau hati kita tidak dibersihkan dari penyakit ini, maka kita tidak akan bisa bertaqarub dengan Allah, dan tidak bisa menikmati hidup ini, malah kita akan sangsara dan menderita.
Apa Bahayanya Suuzdon?
Diantara bahaya suuzdon adalah:
a. mengakibatkan kekeruhan dan perpecahan dimasyarakat
b. dapat memutusakan tali silaturrahmi antara keluarga dan karabat
c. dapat membawa orang yang suuzdzon berbuat dosa-dosa yang lain seperti 'tajasus (memata-matai) 'ghibah' dan curiga
d. kalau suuzdzon ini dibiarkan, maka akan menjadikan 'tuhmah' atau tuduhan yang belum tentu benar.
e. Dapat membawa kepada pertumpahan darah.
Siapa Umumnya Yang Suka Suuzdzon?
a. orang-orang yang mempunyai jabatan dan orang-orang yang terkemuka
b. orang-orang yang kaya dan suka bersenang-senang
c. orang yang bersharikat dalam suatu pekerjaan
d. antara keluarga dan karabat serta antara sejawat
Kecuali memang orang-orang yang mempunyai rasa taqwa dan takut kepada Allah SWT, dan mendapatkan kurnia-Nya. Yang paling berbahaya kalau seseorang bersuuzdon kepada para ulama, atau para wali-wali Allah dan orang-orang yang soleh.
Tentang Banil Mustaliq
Suatu hari datanglah suatu delegasi Yahudi dari suku Banil Mustaliq yang menyatakan diri masuk Islam, dan mereka berjanji akan membawa zakat setelah setahun. Setelah setahun lewat, maka Nabi (S) mengutus salah seorang shahabat untuk mengumpulkan zakat dari mereka. Berangkatlah shahabat tsb. Namun ditengah jalan –mungkin dibisikan oleh shaitan- shahabat itu kembali ke Madinah dan menyampaikan kepada Nabi (S) bahwa Banil Mustaliq tidak mau membayar zakat, dan malah mereka mengamcam untuk membunuhku. Nabipun marah, karena orang-orang Yahudi itu telah masuk Islam dengan suka rela, mereka datang sendiri ke Madinah, maka mengapa sekarang tiba-tiba mereka memusuhi Islam?
Dikirimnya subuah pasukan dibawah pimpinan Khalid bin Walid. Namun Nabi (S) menyeruh khalid agar datang kepada mereka dimalam hari, dan tunggu sampai fajar. Kalau terdengar suara adzan, maka jangan diserang. Ketika fajar Khalid dan pasukanya mendengar suara adzan dari perkampungan Banil Mustaliq itu. Dan ketika khalid bertemu dengan pemimpin merka Al-Harith, dia berkata, "Kami sedang manunggu utusan Rasulullah yang akan mengumpulkan zakat, tapi tidak ada yang datang."
Setelah peristiwa itu turunlah ayat 12 dari surat al-Hujuraat, yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
Bayangkan kalau Nabi (S) tidak menyuruh khalid RA untuk melakukan 'tabayun', investigasi pasti akan terjadi peperangan, dan akan memakan jiwa yang banyak.
Tajasus dan Ghibah Mengapa ayat diatas setelah berbicara masalah suuzdon, langsung berbiara masalah 'tajasus' (memata-mati) dan ghibah (mengupat)? Karena umumnya kalau orang sudah suuzdzon, suka ingin tahu, benar atau tidak sangkaan buruknya itu. Maka dia akan mengadakan tajasus. Dan kalau hasil tajasusnya itu benar, maka dia akan menceritakannya kepada orang lain, maka dengan demikian dia telah bebuat 'ghibah' yang dilarang dengan keras oleh Islam.
Solusi Jadi bagaimana solusinya kalau tiba-tiba kita mempunyai sangkaan buruk pada seseorang? Jawabannya kita harus berusaha dulu untuk mencari seribu macam alasan, demikian kata Nabi SAW.
Ghosip Misalnya seorang istri menerima telepon dari seseorang tentang suaminya: "Hai hati-hati lo, suamimu punya hubungan dengan perempuan lain." Maka sebagai istri yang baik seharusnya jangan langsung percaya, atau mengadakan investigasi. Malah sebaiknya dijawab, dengan kata-kata seperti: "saya tidak akan buruk sangka sama suami saya, saya akan memohon kepada Allah SWT untuk melindungi suami saya yang tercinta. Ah mungkin teman saya salah sangka. Perempuan yang bebicara dengan suami saya itu adalah castomernya."
Dengan demikian maka hati si istri akan merasa lega. Kalau tidak maka, suasana kekeluargaan pasti akan keruh. Semua tingkah laku suami akan dicurigai. Setiap suami pulang terlambat, atau menelepon seseorang, si istri langsung akan curiga. Akhirnya si istri hidupnya menderita, dan tidak bahagia lagi.
Anak Pulang Lambat
Suatu hari seorang ibu agak gelisah karena anaknya yang perempuan pulang kerja agak terlembat. Daripada curiga atau suuzdzon, si ibu malah solat dan berdo'a: "Ya Allah! Engkau yang Maha Mengetahui segala sesuatu, segala rahasia yang ada dialam ini. Engkau tahu apa yang terjadi pada anak saya. Saya tidak mau buruk sangka, maka, ya Allah jagalah dia, janganlah saya dipisahkan denganya."
Baru saja selesai si ibu itu berdo'a, terdengar suara telepon mendering, "Ibu maaf saya hari ini pulangnya agak lambat, karena ada lembur (overtime), sebentar lagi saya pulang bu!." Demikian terdengar suara anaknya. Itulah yang disebut dengan suara hati atau kontak batin. Siapa yang menghubungkan parasaan ibu yang gelisah itu kepada anaknya? Adalah Allah yang mendengar do'a ibunya yang tidak suuzdzon itu. Itulah diantara keuntungan berhusnuzdzon (baik sangka) kepada Allah dan kepada orang lain.
Tetangga Atau kita punya tetangga yang mengadakan hajatan (kenduri) dan kita tidak diundang, jangan langsung bersuuzdzon (buruk sangka). "Ah mungkin dia sudah tidak senang lagi sama saya." Jangan, hibur hati kita dengan mencari berbagai macam alasan.
a. mungkin dia menganggap saya sudah seperti saudara, jadi tidak perlu diundang lagi.
b. atau mungkin dia sudah mengundang saya, tapi saya lupa
c. atau mungkin, waktu dia mengundang saya tidak ada dirumah, istri atau anak saya lupa untuk menyampaikannya.
d. Dll
Atau tetangga membagi-bagikan hadiah, kalau kita tidak dikasih jangan marah, mungkin kita dianggap orang punya, dan tidak perlu.
Atau kita dengar bahwa teman kita mengupat tentang kita, jangan langsung percaya.. Anggap saja mungkin orang yang menyampaikannya itu salah dengar. Jadi tetap berhusnuzdzon. Karena kalau kita bersuuzdzon maka kita akan jauh dari pertolongan Allah SWT. Karena kalau benar, nanti Allah yang akan memberikan tahu kepada kita benar tidaknya.
Rapat
Kalau dalam rapat teman kita terlambat, atau ngantuk, jangan kotori hati kita, tapi cari alasan "oh mungkin jalan macet (traffic jam), atau mungkin tadi malam dia kurang tidur karena anaknya sakit."
Pernah suatu ketika dalam suatu rapat, seorang boss marah kepada salah seorang pegawainya yang agak ngantuk dalam rapat: "Kamu tidak tahu diri, sudah datang terlambat, ngantuk lagi. Ini kan rapat penting!" kata si bos. Orang lain yang hadir rapatpun meliriknya dengan mata sinis.
Lalu orang itu berkata:"Maaf saya datang agak terlambat, dan agak ngantuk, karena sejak sore kemarin sampai tadi pagi saya tidak tidur menemani istri saya yang melahirkan dirumah sakit. Sebetulnya saya tidak mau datang, tapi karena, bos tadi menelepon, dan bos bilang rapat ini penting, maka saya datang juga, jadi please maafkan saya."Maka bos dan yang lain, mulai saling memandang dengan mata kesihan, dan menyesal karena telah bersuuzdzon kepadanya.
Penutup
Mari kita bersihkan hati kita dari suuzdzon, hasud, dengki dan semua penyakit hati. Karena maskipun kita memakai pakaian yang bagus dan bersih, tapi hati kita selau curiga dan kotor, maka tidak ada gunanya. Kita akan hidup menderita, cape dan selalu gelisah. Akhirnya kita rugi didunia dan di akhirat. Penulis jawaban Mayang Maharani.
21 April 2008
18 April 2008
KELEMAHAN HATI vs KATA HATI
Pembelajaran tentang hati, memang tidak akan pernah kering untuk ditimba, bahkan ada orang yang berpendapat "selama ada kehendak di dalam hati seseorang, selama itu pulalah pendapat tentang hati senantiasa bergelombang secara rithmis mengikuti amplitudo kehidupan manusia".
"Setiap dari kita selalu memiliki kelemahan dalam hatinya, paling tidak TIGA hal yaitu ; berburuk sangka kepada orang lain, berlaku menghasut dan berkecil hati" demikian sabda Rosulullah SAW. Lalu bagaimana cara mencegahnya agar hal itu tidak terjadi?.
Di bawah ini disajikan beberapa tips sebagai solusi pencegahan dari refleksi tiga kelemahan hati tersebut di atas.
1. Berburuk sangka : Sebenarnya berburuk sangka tidak selamanya bersumber dari diri (hati) kita, dan hal ini dapat di analisa melalui UJI KATA HATI (HATI NURANI). Apabila kita sudah melakukan UJI KATA HATI terhadap "esensi permasalahan yang dapat dikatagorikan Buruk Sangka", maka sudah separuh dari tahap pencarian solusi kita dapati. Tinggal sekarang kita melakukan analisis terhadap KATA HATI dengan cara membiarkannya berproses secara alamiah. Singkirkan atau jauhkan proses analisis KATA HATI dari intervensi BISIKAN SETAN.
Ikuti hasil analisis KATA HATI (HATI NURANI)yang tidak pernah salah, dan jangan keliru mengikuti BISIKAN SETAN. Manakala rongga dada kita terasa longgar, bernafaslah dalam-dalam dan mengucap SYUKUR kehadirat ALLAH SWT, karena kita telah menemukan diri kita yang sebenarnya yaitu HATI NURANI.
Sebaliknya manakala rongga dada kita terasa sesak, bahkan disertai perasaan tergesa-gesa untuk melakukan "sesuatu" tanpa analisis KATA HATI, waspadalah....bukan tidak mungkin hal itu adalah BISIKAN SETAN!.
2.Berlaku Menghasut : Menghasut bisa berimplikasi menjerumuskan orang lain atau mengadu domba orang lain. Keduanya akan membawa resiko permusuhan baik kepada pihak yang diadu domba maupun dengan kita yang menjadi sumber hasutan. Manakala kita sadari implikasi negatif dari perilaku menghasut ini, maka SEGERALAH MEMBUANG JAUH-JAUH pikiran menghasut tersebut. Setidaknya menekan dalam-dalam sehingga tidak pernah dan tidak akan pernah terjadi hasutan yang berasal dari diri kita. Jangan tergesa-gesa puas saat kita merasa sukses menghindari kejaran hasutan tersebut, karena pembawa hasutan itu adalah SETAN, yang tidak pernah puas menggoda serta menjerumuskan kita. Kalau begitu waspadalah.... karena hasutan tersebut tidak lain adalah SETAN ITU SENDIRI!.
3.Kecil Hati bisa juga disebut Pesimistis, yang bersumber dari kehilangan rasa percaya diri untuk dapat melakukan atau menyelesaikan sesuatu tanggung jawab. Lawan dari Pesimis adalah Optimis yaitu rasa percaya diri mampu melakukan dan menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Kedua hal tersebut memang ada di dalam diri kita, namun masih berada di dalam batas "normatif" manakala tidak berlebihan dan kita merasa mampu mengendalikannya. Pesimis yang berada di dalam batas normal, dapat kita kelola menjadi positif manakala diseimbangkan dengan rasa Optimis yang normal, sehingga muncul rasa percaya diri (self confidence)dan berujung pada keyakinan MAMPU MENYELESAIKAN SESUATU YANG MENJADI TANGGUNG JAWABNYA. Optimisme yang berlebihan dapat menyebabkan rasa percaya diri yang juga berlebihan (over confidence), dan hal ini dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang KESOMBONGAN karena lepas kendali dari analisis KATA HATI (lost control).
Janganlah khawatir berlebihan manakala muncul rasa pesimistis di dalam hati kita, yakinkan bahwa diri kita tidak sendiri, ada tempat berlindung dan tempat meminta (petunjuk) yang tidak pernah salah yaitu ALLAH SWT, melalui konsultasi KATA HATI.
Semoga tips di atas bermanfaat membantu kita di dalam mengelola (memenej) KATA HATI/HATI NURANI/QOLBU menuju ke tujuan akhir PELABUHAN CINTA SANG PENCIPTA.
Amien.
Cizantoeng, 17 April 2008
Pagi disaat hati mencari tempat berlabuh,
Darsana Setiawan,
TUGAS UNTUK MAHASISWA SEMESTER 2 FTK BI DAN PAI UIN JAKARTA 2008 (TULIS DI DALAM BLOG MAHASISWA, SETELAH SELESAI KIRIM e-MAIL KE
darssetia@yahoo.co.id).
1. Tuliskan tiga istilah PENYAKIT HATI yang Anda ketahui, dan berikan TIPS solusinya untuk survive dari BISIKAN SETAN!.
2. Berikan uraian singkat tentang cara mengajarkan (metode) solusi untuk survive terhadap satu PENYAKIT HATI (yang belum tercantum pada nomor 1 di atas) kepada peserta didik di sekolah.
"Setiap dari kita selalu memiliki kelemahan dalam hatinya, paling tidak TIGA hal yaitu ; berburuk sangka kepada orang lain, berlaku menghasut dan berkecil hati" demikian sabda Rosulullah SAW. Lalu bagaimana cara mencegahnya agar hal itu tidak terjadi?.
Di bawah ini disajikan beberapa tips sebagai solusi pencegahan dari refleksi tiga kelemahan hati tersebut di atas.
1. Berburuk sangka : Sebenarnya berburuk sangka tidak selamanya bersumber dari diri (hati) kita, dan hal ini dapat di analisa melalui UJI KATA HATI (HATI NURANI). Apabila kita sudah melakukan UJI KATA HATI terhadap "esensi permasalahan yang dapat dikatagorikan Buruk Sangka", maka sudah separuh dari tahap pencarian solusi kita dapati. Tinggal sekarang kita melakukan analisis terhadap KATA HATI dengan cara membiarkannya berproses secara alamiah. Singkirkan atau jauhkan proses analisis KATA HATI dari intervensi BISIKAN SETAN.
Ikuti hasil analisis KATA HATI (HATI NURANI)yang tidak pernah salah, dan jangan keliru mengikuti BISIKAN SETAN. Manakala rongga dada kita terasa longgar, bernafaslah dalam-dalam dan mengucap SYUKUR kehadirat ALLAH SWT, karena kita telah menemukan diri kita yang sebenarnya yaitu HATI NURANI.
Sebaliknya manakala rongga dada kita terasa sesak, bahkan disertai perasaan tergesa-gesa untuk melakukan "sesuatu" tanpa analisis KATA HATI, waspadalah....bukan tidak mungkin hal itu adalah BISIKAN SETAN!.
2.Berlaku Menghasut : Menghasut bisa berimplikasi menjerumuskan orang lain atau mengadu domba orang lain. Keduanya akan membawa resiko permusuhan baik kepada pihak yang diadu domba maupun dengan kita yang menjadi sumber hasutan. Manakala kita sadari implikasi negatif dari perilaku menghasut ini, maka SEGERALAH MEMBUANG JAUH-JAUH pikiran menghasut tersebut. Setidaknya menekan dalam-dalam sehingga tidak pernah dan tidak akan pernah terjadi hasutan yang berasal dari diri kita. Jangan tergesa-gesa puas saat kita merasa sukses menghindari kejaran hasutan tersebut, karena pembawa hasutan itu adalah SETAN, yang tidak pernah puas menggoda serta menjerumuskan kita. Kalau begitu waspadalah.... karena hasutan tersebut tidak lain adalah SETAN ITU SENDIRI!.
3.Kecil Hati bisa juga disebut Pesimistis, yang bersumber dari kehilangan rasa percaya diri untuk dapat melakukan atau menyelesaikan sesuatu tanggung jawab. Lawan dari Pesimis adalah Optimis yaitu rasa percaya diri mampu melakukan dan menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Kedua hal tersebut memang ada di dalam diri kita, namun masih berada di dalam batas "normatif" manakala tidak berlebihan dan kita merasa mampu mengendalikannya. Pesimis yang berada di dalam batas normal, dapat kita kelola menjadi positif manakala diseimbangkan dengan rasa Optimis yang normal, sehingga muncul rasa percaya diri (self confidence)dan berujung pada keyakinan MAMPU MENYELESAIKAN SESUATU YANG MENJADI TANGGUNG JAWABNYA. Optimisme yang berlebihan dapat menyebabkan rasa percaya diri yang juga berlebihan (over confidence), dan hal ini dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang KESOMBONGAN karena lepas kendali dari analisis KATA HATI (lost control).
Janganlah khawatir berlebihan manakala muncul rasa pesimistis di dalam hati kita, yakinkan bahwa diri kita tidak sendiri, ada tempat berlindung dan tempat meminta (petunjuk) yang tidak pernah salah yaitu ALLAH SWT, melalui konsultasi KATA HATI.
Semoga tips di atas bermanfaat membantu kita di dalam mengelola (memenej) KATA HATI/HATI NURANI/QOLBU menuju ke tujuan akhir PELABUHAN CINTA SANG PENCIPTA.
Amien.
Cizantoeng, 17 April 2008
Pagi disaat hati mencari tempat berlabuh,
Darsana Setiawan,
TUGAS UNTUK MAHASISWA SEMESTER 2 FTK BI DAN PAI UIN JAKARTA 2008 (TULIS DI DALAM BLOG MAHASISWA, SETELAH SELESAI KIRIM e-MAIL KE
darssetia@yahoo.co.id).
1. Tuliskan tiga istilah PENYAKIT HATI yang Anda ketahui, dan berikan TIPS solusinya untuk survive dari BISIKAN SETAN!.
2. Berikan uraian singkat tentang cara mengajarkan (metode) solusi untuk survive terhadap satu PENYAKIT HATI (yang belum tercantum pada nomor 1 di atas) kepada peserta didik di sekolah.
Label:
PSIKOLOGI AGAMA/PENDIDIKAN
12 April 2008
DASAR FONDAMENTAL/LANDASAN BIMBINGAN KONSELING dan TUGAS KONSELOR SEKOLAH
Terdapat 4 aspek pokok yang mendasari pengembangan layanan bimbingan dan konseling yaitu ; 1.landasanfilosofis, 2.landasan psikologis, 3.landasan sosial-budaya,4.landasan ilmu pengetahuan (ilmiah) dan teknologi.
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling LEBIH DIARAHKAN pada upaya mencari jawaban yang hakiki atas pertanyaan filosofis tentang : apakah manusia itu ? .
Dari berbagai aliran filsafat yang ada, para penulis Barat seperti .(Victor Frankl, Patterson, Alblaster & Lukes, Thompson & Rudolph, dalam Prayitno, 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia sebagai berikut :
• Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya.
• Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya.
• Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan.
• Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan.
• Manusia memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam.
• Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri.
• Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri.
• Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu adan akan menjadi apa manusia itu.
• Manusia pada hakikatnya positif, yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun, manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu.
Dengan memahami hakikat manusia, maka setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat serta harkat kemanusiaan peserta didik, sekaligus tidak akan pula menyimpang dari prinsip-prinsip HAK AZASI MANUSIA.
Seorang konselor dalam berinteraksi dengan klien-nya/konseli-nya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai dimensinya.
2. Landasan Psikologis
Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). Untuk kepentingan bimbingan dan konseling, beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor antara lain : (a) motif dan motivasi; (b) pembawaan dan lingkungan, (c) perkembangan individu; (d) belajar; dan (e) kepribadian.
a. Motif dan Motivasi
Motif dan motivasi berkaitan dengan suatu dorongan yang menggerakkan seseorang berperilaku baik pada motif primer yaitu motif yang didasari oleh kebutuhan asli yang dimiliki oleh individu semenjak dia lahir, seperti : rasa lapar, bernafas dan sejenisnya maupun motif sekunder yang terbentuk dari hasil belajar, seperti rekreasi, memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu dan sejenisnya.
Selanjutnya motif-motif tersebut diaktifkan dan digerakkan,(bisa) dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik, sehingga menjadi bentuk aktivitas perilaku yang mengarah pada suatu tujuan.
b. Pembawaan dan Lingkungan
Pembawaan yaitu segala sesuatu yang dibawa sejak lahir (hasil dari keturunan melalui sifat menurun yang dibawa oleh GEN/ADN/DNA -Deoxyribo Nucelic Acid), yang mencakup aspek psiko-fisik, seperti struktur otot, warna kulit, golongan darah, bakat, kecerdasan, atau ciri-ciri-kepribadian tertentu. Pembawaan pada dasarnya bersifat potensial yang perlu dikembangkan sehingga dapat dioptimalkan. Perwujudan dan optomalisasi pembawaan sangat bergantung/dipengaruhi oleh lingkungan dimana individu itu berada. Dengan demikian penampilan/performace/phenotype (yang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan) dari setiap individu pasti berbeda-beda. Ada individu yang memiliki performace yang tinggi dan ada pula yang sedang atau bahkan rendah. Misalnya dalam kecerdasan, ada yang sangat tinggi (jenius), normal atau bahkan sangat kurang (debil, embisil atau idiot).
Lingkungan merupakan habitat (tempat tinggal dengan seluruh aktivitas kehidupan seseorang). Ada individu yang dibesarkan dalam lingkungan yang kondusif dengan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. Namun ada pula individu yang hidup dan berada dalam lingkungan yang kurang kondusif dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas, sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya tidak dapat berkembang dengan baik, bahkan menjadi tersia-siakan.
c. Perkembangan Individu
Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi (pembuahan), masa embryo di dalam kandungan (pra natal) hingga akhir hayatnya, diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik, bahasa dan kognitif/kecerdasan, moral dan sosial.
Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan sebagai rujukan, diantaranya Teori dari:
(1) McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu ; (2) Freud tentang dorongan seksual; (3) Erickson tentang perkembangan psiko-sosial;(4) Piaget tentang perkembangan kognitif; (5) Kohlberg tentang perkembangan moral;(6) Zunker tentang perkembangan karier; (7) Buhler tentang perkembangan sosial; dan (8) Havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masa bayi sampai dengan masa dewasa.
Dalam menjalankan tugas-tugasnya, konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individu yang dilayaninya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan, serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan.
d. Belajar
Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Manusia belajar untuk dapat tetap bertahan hidup, melalui suatu kompetisi terbuka (Natural Selection from Charles Robert Darwin). Tanpa belajar, seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya, dan dengan belajar manusia mampu berbudaya untuk mengembangkan harkat kemanusiaannya. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu (explorasi internal. Penguasaan yang baru (pengembangan daya pikir, pengambangan kebiasaan bertingkah laku, serta pengembangan keterampilan) itulah tujuan dan pencapaian belajar dengan aspek kognitif, afektif maupun psikomotor-nya.
Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar, baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya, maupun fasilitasi belajar yang bersifat eksternal (di luar diri pebelajar).
Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan, diantaranya adalah :
(1) Teori Belajar Behaviorisme; (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi; (3) Teori Belajar Gestalt. (4) Teori belajar alternatif Konstruktivisme.
e. Kepribadian
Hingga saat ini para ahli tampaknya masih belum menemukan rumusan tentang kepribadian secara bulat dan komprehensif. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport dalam (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) ditemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya ditemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat Gordon W. Allport ;kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri/adaptasi.
Scheneider dalam Syamsu Yusuf (2003) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan”..
Sedangkan yang dimaksud dengan unik adalah kualitas perilaku yang khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, kecerdasan, perilaku, keterampilan yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : Teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, Teori Analitik dari Carl Gustav Jung, Teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, Teori Medan dari Kurt Lewin, Teori Psikologi Individual dari Allport, Teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, Teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya.
Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang mencakup :
• Karakter; yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
• Temperamen; yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
• Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
• Stabilitas emosi; yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, sedih, atau putus asa.
• Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima resiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi.
• Sosiabilitas; yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti: sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
PENUTUP (TUGAS KONSELOR SEKOLAH)
1. Untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling dan dalam upaya memahami dan mengembangkan perilaku individu yang dilayani (klien/konseli) maka seorang konselor harus dapat memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku individu yang dilayaninya (klien/konseli).
2. Seorang konselor harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek potensi bawaan dan menjadikannya sebagai modal untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagian hidup kliennya.
3. Seorang konselor sedapat mungkin mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi bawaan klien/konseli-nya.
4. Terkait dengan upaya pengembangan belajar klien, seorang konselor dituntut untuk memahami tentang aspek-aspek dalam belajar serta berbagai teori belajar yang mendasarinya.
5. Berkenaan dengan upaya pengembangan kepribadian klien, seorang konselor kiranya perlu memahami tentang karakteristik dan keunikan kepribadian klien/konseli-nya.
Oleh karena itu, seorang konselor harus benar-benar menguasai landasan psikologis dengan baik, antara lain ; bidang psikologi umum, psikologi perkembangan, psikologi belajar atau psikologi pendidikan dan psikologi kepribadian.
TUGAS MAHASISWA :(MATA KULIAH BK UNTUK JURUSAN BI DAN PAI FTP UIN JAKARTA)
Jawaban TUGAS sudah ditulis di dalam blog mahasiswa paling lambat tanggal 1 Mei 2008
1. Carilah informasi tentang LANDASAN SOSIAL BUDAYA dan LANDASAN IPTEK bagi aktivitas BIMBINGAN KARIER.
2. Jelaskan teori yang harus dikuasai terkait dengan layanan Bimbingan Karier;
a. Teori Belajar BEHAVIORISM
b. Teori Belajar Kognitif (teori Pemrosessan Informasi)
c. Teori Belajar Gestalt
d. Teori Belajar KONSTRUKTIVISM
3. Buatlah suatu instrumen wawancara/daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui;
MOTIF dan MOTIVASI klien/KONSELI/siswa dalam belajar.
POTENSI BAWAAN klien/KONSELI/siswa dalam meraih kesuksessan dan kebahagiaan hidupnya.
PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR klien/KONSELI/siswa.
KEUNIKKAN PRIBADI klien/KONSELI/siswa.
Sumber :utama *
AACE. (2003). Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor. http://aace.ncat.edu
Akhmad Sudrajat.* (2008). Landasan Bimbingan dan konseling, http://akhmad sudrajat.wordpress.com
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Konselor. Naskah Akademik ABKIN (dalam proses finalisasi).
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. (2005). Standar Kompetensi Konselor Indonesia. Bandung: ABKIN
BSNP dan PUSBANGKURANDIK, Balitbang Diknas. (2006). Panduan Pengembangan Diri: Pedoman untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Draft. Jakarta: BSNP dan PUSBANGKURANDIK, Depsiknas.
Cobia, Debra C. & Henderson, Donna A. (2003). Handbook of School Counseling. New Jersey, Merrill Prentice Hall
Corey, G. (2001). The Art of Integrative Counseling. Belomont, CA: Brooks/Cole.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Pendidikan Tinggi. (2003). Dasar Standardisasi Profesionalisasi Konselor. Jakarta: Direktorat Pembinaan .
Engels, D.W dan J.D. Dameron, (Eds). (2005). The Professional Counselor Competencies: Performance Guidelines and Assessment. Alexandria, VA: AACD.
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling LEBIH DIARAHKAN pada upaya mencari jawaban yang hakiki atas pertanyaan filosofis tentang : apakah manusia itu ? .
Dari berbagai aliran filsafat yang ada, para penulis Barat seperti .(Victor Frankl, Patterson, Alblaster & Lukes, Thompson & Rudolph, dalam Prayitno, 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia sebagai berikut :
• Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya.
• Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya.
• Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan.
• Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan.
• Manusia memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam.
• Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri.
• Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri.
• Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu adan akan menjadi apa manusia itu.
• Manusia pada hakikatnya positif, yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun, manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu.
Dengan memahami hakikat manusia, maka setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat serta harkat kemanusiaan peserta didik, sekaligus tidak akan pula menyimpang dari prinsip-prinsip HAK AZASI MANUSIA.
Seorang konselor dalam berinteraksi dengan klien-nya/konseli-nya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai dimensinya.
2. Landasan Psikologis
Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). Untuk kepentingan bimbingan dan konseling, beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor antara lain : (a) motif dan motivasi; (b) pembawaan dan lingkungan, (c) perkembangan individu; (d) belajar; dan (e) kepribadian.
a. Motif dan Motivasi
Motif dan motivasi berkaitan dengan suatu dorongan yang menggerakkan seseorang berperilaku baik pada motif primer yaitu motif yang didasari oleh kebutuhan asli yang dimiliki oleh individu semenjak dia lahir, seperti : rasa lapar, bernafas dan sejenisnya maupun motif sekunder yang terbentuk dari hasil belajar, seperti rekreasi, memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu dan sejenisnya.
Selanjutnya motif-motif tersebut diaktifkan dan digerakkan,(bisa) dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik, sehingga menjadi bentuk aktivitas perilaku yang mengarah pada suatu tujuan.
b. Pembawaan dan Lingkungan
Pembawaan yaitu segala sesuatu yang dibawa sejak lahir (hasil dari keturunan melalui sifat menurun yang dibawa oleh GEN/ADN/DNA -Deoxyribo Nucelic Acid), yang mencakup aspek psiko-fisik, seperti struktur otot, warna kulit, golongan darah, bakat, kecerdasan, atau ciri-ciri-kepribadian tertentu. Pembawaan pada dasarnya bersifat potensial yang perlu dikembangkan sehingga dapat dioptimalkan. Perwujudan dan optomalisasi pembawaan sangat bergantung/dipengaruhi oleh lingkungan dimana individu itu berada. Dengan demikian penampilan/performace/phenotype (yang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan) dari setiap individu pasti berbeda-beda. Ada individu yang memiliki performace yang tinggi dan ada pula yang sedang atau bahkan rendah. Misalnya dalam kecerdasan, ada yang sangat tinggi (jenius), normal atau bahkan sangat kurang (debil, embisil atau idiot).
Lingkungan merupakan habitat (tempat tinggal dengan seluruh aktivitas kehidupan seseorang). Ada individu yang dibesarkan dalam lingkungan yang kondusif dengan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. Namun ada pula individu yang hidup dan berada dalam lingkungan yang kurang kondusif dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas, sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya tidak dapat berkembang dengan baik, bahkan menjadi tersia-siakan.
c. Perkembangan Individu
Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi (pembuahan), masa embryo di dalam kandungan (pra natal) hingga akhir hayatnya, diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik, bahasa dan kognitif/kecerdasan, moral dan sosial.
Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan sebagai rujukan, diantaranya Teori dari:
(1) McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu ; (2) Freud tentang dorongan seksual; (3) Erickson tentang perkembangan psiko-sosial;(4) Piaget tentang perkembangan kognitif; (5) Kohlberg tentang perkembangan moral;(6) Zunker tentang perkembangan karier; (7) Buhler tentang perkembangan sosial; dan (8) Havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masa bayi sampai dengan masa dewasa.
Dalam menjalankan tugas-tugasnya, konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individu yang dilayaninya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan, serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan.
d. Belajar
Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Manusia belajar untuk dapat tetap bertahan hidup, melalui suatu kompetisi terbuka (Natural Selection from Charles Robert Darwin). Tanpa belajar, seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya, dan dengan belajar manusia mampu berbudaya untuk mengembangkan harkat kemanusiaannya. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu (explorasi internal. Penguasaan yang baru (pengembangan daya pikir, pengambangan kebiasaan bertingkah laku, serta pengembangan keterampilan) itulah tujuan dan pencapaian belajar dengan aspek kognitif, afektif maupun psikomotor-nya.
Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar, baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya, maupun fasilitasi belajar yang bersifat eksternal (di luar diri pebelajar).
Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan, diantaranya adalah :
(1) Teori Belajar Behaviorisme; (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi; (3) Teori Belajar Gestalt. (4) Teori belajar alternatif Konstruktivisme.
e. Kepribadian
Hingga saat ini para ahli tampaknya masih belum menemukan rumusan tentang kepribadian secara bulat dan komprehensif. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport dalam (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) ditemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya ditemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat Gordon W. Allport ;kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri/adaptasi.
Scheneider dalam Syamsu Yusuf (2003) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan”..
Sedangkan yang dimaksud dengan unik adalah kualitas perilaku yang khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, kecerdasan, perilaku, keterampilan yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu, terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal, diantaranya : Teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud, Teori Analitik dari Carl Gustav Jung, Teori Sosial Psikologis dari Adler, Fromm, Horney dan Sullivan, teori Personologi dari Murray, Teori Medan dari Kurt Lewin, Teori Psikologi Individual dari Allport, Teori Stimulus-Respons dari Throndike, Hull, Watson, Teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya.
Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian, yang mencakup :
• Karakter; yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
• Temperamen; yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
• Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen.
• Stabilitas emosi; yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, sedih, atau putus asa.
• Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima resiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi.
• Sosiabilitas; yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Seperti: sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
PENUTUP (TUGAS KONSELOR SEKOLAH)
1. Untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling dan dalam upaya memahami dan mengembangkan perilaku individu yang dilayani (klien/konseli) maka seorang konselor harus dapat memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku individu yang dilayaninya (klien/konseli).
2. Seorang konselor harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek potensi bawaan dan menjadikannya sebagai modal untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagian hidup kliennya.
3. Seorang konselor sedapat mungkin mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi bawaan klien/konseli-nya.
4. Terkait dengan upaya pengembangan belajar klien, seorang konselor dituntut untuk memahami tentang aspek-aspek dalam belajar serta berbagai teori belajar yang mendasarinya.
5. Berkenaan dengan upaya pengembangan kepribadian klien, seorang konselor kiranya perlu memahami tentang karakteristik dan keunikan kepribadian klien/konseli-nya.
Oleh karena itu, seorang konselor harus benar-benar menguasai landasan psikologis dengan baik, antara lain ; bidang psikologi umum, psikologi perkembangan, psikologi belajar atau psikologi pendidikan dan psikologi kepribadian.
TUGAS MAHASISWA :(MATA KULIAH BK UNTUK JURUSAN BI DAN PAI FTP UIN JAKARTA)
Jawaban TUGAS sudah ditulis di dalam blog mahasiswa paling lambat tanggal 1 Mei 2008
1. Carilah informasi tentang LANDASAN SOSIAL BUDAYA dan LANDASAN IPTEK bagi aktivitas BIMBINGAN KARIER.
2. Jelaskan teori yang harus dikuasai terkait dengan layanan Bimbingan Karier;
a. Teori Belajar BEHAVIORISM
b. Teori Belajar Kognitif (teori Pemrosessan Informasi)
c. Teori Belajar Gestalt
d. Teori Belajar KONSTRUKTIVISM
3. Buatlah suatu instrumen wawancara/daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui;
MOTIF dan MOTIVASI klien/KONSELI/siswa dalam belajar.
POTENSI BAWAAN klien/KONSELI/siswa dalam meraih kesuksessan dan kebahagiaan hidupnya.
PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR klien/KONSELI/siswa.
KEUNIKKAN PRIBADI klien/KONSELI/siswa.
Sumber :utama *
AACE. (2003). Competencies in Assessment and Evaluation for School Counselor. http://aace.ncat.edu
Akhmad Sudrajat.* (2008). Landasan Bimbingan dan konseling, http://akhmad sudrajat.wordpress.com
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Konselor. Naskah Akademik ABKIN (dalam proses finalisasi).
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. (2005). Standar Kompetensi Konselor Indonesia. Bandung: ABKIN
BSNP dan PUSBANGKURANDIK, Balitbang Diknas. (2006). Panduan Pengembangan Diri: Pedoman untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Draft. Jakarta: BSNP dan PUSBANGKURANDIK, Depsiknas.
Cobia, Debra C. & Henderson, Donna A. (2003). Handbook of School Counseling. New Jersey, Merrill Prentice Hall
Corey, G. (2001). The Art of Integrative Counseling. Belomont, CA: Brooks/Cole.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Pendidikan Tinggi. (2003). Dasar Standardisasi Profesionalisasi Konselor. Jakarta: Direktorat Pembinaan .
Engels, D.W dan J.D. Dameron, (Eds). (2005). The Professional Counselor Competencies: Performance Guidelines and Assessment. Alexandria, VA: AACD.
03 April 2008
DISKUSI MATERI KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PERAN PSIKOLOGI BAGI GURU,
DALAM PEMBELAJARAN SKOLASTIK
KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN, April 2008 bersama DARSANA SETIAWAN
Di bawah ini diberikan tips untuk seorang Guru, saat melakukan pembelajaran di kelas, terkait dengan layanan yang senantiasa berhubungan dengan perkembangan Psikologi peserta didik.
1.Guru memberikan fasilitasi belajar yang berorientasi pada; AKTIVITAS PEMBELAJAR ITU SENDIRI. Sehingga tugas Guru sebenarnya tidak untuk memberikan ikan-nya tetapi memberikan kail (sarana) serta cara menggunakannya, sehingga pembelajar dapat memanfaatkan untuk menangkap ikan disaat diperlukan, dan dimana mereka berada.
2.Guru tidak memberikan materi akademik dan non akademik melalui proses TRANSFEER KNOWLEDGE yaitu memindahkan seluruh pengetahuan "isi batok kepala" Guru, tentang sains dan teknologi kepada para pembelajar, akan tetapi terlebih kepada bagaimana cara mengeksplorasi pemahaman konsep-konsep pengetahuan dan teknologi (aspek Kognisi) tersebut dapat diperoleh, sehingga aspek Psikomotor ikut tergali bersamaan dengan aspek internalisasi dirinya, dalam wujud menguatnya rasa percaya diri (Self Confidence) serta eskalasi mental lainnya (aspek Afeksi). Dengan demikian tugas Guru lebih fokus pada upaya memfasilitasi pembelajar tentang cara-cara bagaimana berpikir ilmiah dalam menyelesaiakan masalah yang dihadapi, serta membiasakan diri peduli serta tanggap terhadap kondisi lingkungan hidupnya.
3.Guru harus senantiasa berupaya agar pembelajar memiliki keyakinan diri bahwa mereka mampu menyelesaikan Tugas-tugas Perkembangan (Psikologi) yang dialami, sehingga muncul kesadaran diri akan Potensi Kecerdasan yang dimilikinya. Seharusnya seorang Guru selalu mengamati ekspresi pembelajar saat menemukan “sesuatu yang baru” di dalam pikiran mereka. Hendaknya seorang Guru jangan pernah menunjukkan bahwa dirinya memang pintar atau cerdas, hanya karena ingin dianggap “super” serta takut kehilangan wibawa di hadapan peserta didiknya.
4.Learn How to Learn.
Orientasi Guru lebih pada Bagaimana Pembelajar Belajar, dan hal itu antara lain dapat diperoleh melalui upaya “mencari dan menemukan sendiri” (Inquary methode). JAUH LEBIH PENTING MENGETAHUI BAGAIMANA CARA SISWA BERPIKIR, DIBANDING SEKEDAR TAHU HASIL BERPIKIRNYA SAJA. Sehingga tidak selayaknya Guru mediktekan keinginannya, apalagi berdasar pengalaman pribadi Guru di masa lampau, karena pembelajar akan menggali pengalaman belajarnya sendiri(Experience Learning) di saat ini, untuk menggapai cita-citanya di masa depan. Betapa pentingnya seorang Guru MAMPU MEMBERIKAN PELUANG PENGALAMAN BELAJAR BAGI PESERTA DIDIKNYA, sehingga pembelajar tersebut dapat terus berkembang sendiri dengan seluruh potensi dirinya. Dalam hal pengalaman belajar, seorang Guru menjumpai masalah besar menyangkut waktu kejadian belajar (saat ini) dengan realitas kebutuhann peserta didik (di masa datang), apabila sang guru TIDAK MAMPU menjembataninya!.
Penelitian Johnson,dkk (2001) dan Newman(2001) menyimpulkan besarnya pengaruh pengalaman belajar Guru dengan keberhasilan belajar peserta didik, sehingga ke depan riset-riset Psikologi akan menjadi bagian yang penting di dalam implementasi kependidikan.
Hal ini juga dapat dilihat pada besarnya pengaruh proses Psikologi seperti "motivasi", "perasaan", "ingatan", "fantasi", "perhatian", "pengamatan","tanggapan", maupun penelitian dari Schunk & Ertner (2000)tentang "kecakapan diri" (self efficasy).
ISTILAH PENTING:
PSKOLOGI adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental seseorang.
PSIKOLOGI PENDIDIKAN adalah bagian dari ilmu Psikologi yang mengkhususkan diri pada cara-cara untuk memahami proses pengajaran dan pembelajaran di dalam lingkup pendidikan.
SELF EFFICACCY adalah keyakinan seseorang dapat menguasai situasi dan mengatasi persoalan,sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang positif.
TUGAS MAHASISWA (FTK BI dan PAI SEMESETER 2 UIN JAKARTA, 2008
Jawaban tugas sudah ditulis di dalam BLOG MAHASISWA sebelum tanggal 1 Mei 2008.
1.JELASKAN MENGAPA Psikologi Pendidikan menjadi sangat penting untuk difahami dan diterapkan oleh Guru, saat memfasilitasi proses pembelajarannya?.
2. Berikan informasi lebih lengkap tentang proses Psikologi yang berpengaruh pada proses belajar, seperti "motivasi", "perasaan", "ingatan", "fantasi", "perhatian", "pengamatan","tanggapan" . JELASKAN PENGERTIANNYA MASING-MASING!.
3.Cari informasi lengkap tentang pakar Psikologi Pendidikan di awal perkembangannya, seperti ; a. William James, b. John Dewey c. L.Thorndike.
Sampai dengan tanggal 2 Mei 2008 ADA 22 JAWABAN YANG DIKIRIM OLEH MAHASISWA FITK BI SEMESTER II UIN JAKARTA. Terima Kasih atas perhatiannya, dan siapa menyusul?
DALAM PEMBELAJARAN SKOLASTIK
KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN, April 2008 bersama DARSANA SETIAWAN
Di bawah ini diberikan tips untuk seorang Guru, saat melakukan pembelajaran di kelas, terkait dengan layanan yang senantiasa berhubungan dengan perkembangan Psikologi peserta didik.
1.Guru memberikan fasilitasi belajar yang berorientasi pada; AKTIVITAS PEMBELAJAR ITU SENDIRI. Sehingga tugas Guru sebenarnya tidak untuk memberikan ikan-nya tetapi memberikan kail (sarana) serta cara menggunakannya, sehingga pembelajar dapat memanfaatkan untuk menangkap ikan disaat diperlukan, dan dimana mereka berada.
2.Guru tidak memberikan materi akademik dan non akademik melalui proses TRANSFEER KNOWLEDGE yaitu memindahkan seluruh pengetahuan "isi batok kepala" Guru, tentang sains dan teknologi kepada para pembelajar, akan tetapi terlebih kepada bagaimana cara mengeksplorasi pemahaman konsep-konsep pengetahuan dan teknologi (aspek Kognisi) tersebut dapat diperoleh, sehingga aspek Psikomotor ikut tergali bersamaan dengan aspek internalisasi dirinya, dalam wujud menguatnya rasa percaya diri (Self Confidence) serta eskalasi mental lainnya (aspek Afeksi). Dengan demikian tugas Guru lebih fokus pada upaya memfasilitasi pembelajar tentang cara-cara bagaimana berpikir ilmiah dalam menyelesaiakan masalah yang dihadapi, serta membiasakan diri peduli serta tanggap terhadap kondisi lingkungan hidupnya.
3.Guru harus senantiasa berupaya agar pembelajar memiliki keyakinan diri bahwa mereka mampu menyelesaikan Tugas-tugas Perkembangan (Psikologi) yang dialami, sehingga muncul kesadaran diri akan Potensi Kecerdasan yang dimilikinya. Seharusnya seorang Guru selalu mengamati ekspresi pembelajar saat menemukan “sesuatu yang baru” di dalam pikiran mereka. Hendaknya seorang Guru jangan pernah menunjukkan bahwa dirinya memang pintar atau cerdas, hanya karena ingin dianggap “super” serta takut kehilangan wibawa di hadapan peserta didiknya.
4.Learn How to Learn.
Orientasi Guru lebih pada Bagaimana Pembelajar Belajar, dan hal itu antara lain dapat diperoleh melalui upaya “mencari dan menemukan sendiri” (Inquary methode). JAUH LEBIH PENTING MENGETAHUI BAGAIMANA CARA SISWA BERPIKIR, DIBANDING SEKEDAR TAHU HASIL BERPIKIRNYA SAJA. Sehingga tidak selayaknya Guru mediktekan keinginannya, apalagi berdasar pengalaman pribadi Guru di masa lampau, karena pembelajar akan menggali pengalaman belajarnya sendiri(Experience Learning) di saat ini, untuk menggapai cita-citanya di masa depan. Betapa pentingnya seorang Guru MAMPU MEMBERIKAN PELUANG PENGALAMAN BELAJAR BAGI PESERTA DIDIKNYA, sehingga pembelajar tersebut dapat terus berkembang sendiri dengan seluruh potensi dirinya. Dalam hal pengalaman belajar, seorang Guru menjumpai masalah besar menyangkut waktu kejadian belajar (saat ini) dengan realitas kebutuhann peserta didik (di masa datang), apabila sang guru TIDAK MAMPU menjembataninya!.
Penelitian Johnson,dkk (2001) dan Newman(2001) menyimpulkan besarnya pengaruh pengalaman belajar Guru dengan keberhasilan belajar peserta didik, sehingga ke depan riset-riset Psikologi akan menjadi bagian yang penting di dalam implementasi kependidikan.
Hal ini juga dapat dilihat pada besarnya pengaruh proses Psikologi seperti "motivasi", "perasaan", "ingatan", "fantasi", "perhatian", "pengamatan","tanggapan", maupun penelitian dari Schunk & Ertner (2000)tentang "kecakapan diri" (self efficasy).
ISTILAH PENTING:
PSKOLOGI adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental seseorang.
PSIKOLOGI PENDIDIKAN adalah bagian dari ilmu Psikologi yang mengkhususkan diri pada cara-cara untuk memahami proses pengajaran dan pembelajaran di dalam lingkup pendidikan.
SELF EFFICACCY adalah keyakinan seseorang dapat menguasai situasi dan mengatasi persoalan,sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang positif.
TUGAS MAHASISWA (FTK BI dan PAI SEMESETER 2 UIN JAKARTA, 2008
Jawaban tugas sudah ditulis di dalam BLOG MAHASISWA sebelum tanggal 1 Mei 2008.
1.JELASKAN MENGAPA Psikologi Pendidikan menjadi sangat penting untuk difahami dan diterapkan oleh Guru, saat memfasilitasi proses pembelajarannya?.
2. Berikan informasi lebih lengkap tentang proses Psikologi yang berpengaruh pada proses belajar, seperti "motivasi", "perasaan", "ingatan", "fantasi", "perhatian", "pengamatan","tanggapan" . JELASKAN PENGERTIANNYA MASING-MASING!.
3.Cari informasi lengkap tentang pakar Psikologi Pendidikan di awal perkembangannya, seperti ; a. William James, b. John Dewey c. L.Thorndike.
Sampai dengan tanggal 2 Mei 2008 ADA 22 JAWABAN YANG DIKIRIM OLEH MAHASISWA FITK BI SEMESTER II UIN JAKARTA. Terima Kasih atas perhatiannya, dan siapa menyusul?
01 April 2008
kuliah dan tugas diskusi virtual (e-discussion)
Untuk Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fak. Tarbiyah & Keguruan Jurusan BI semester 2a, 2b, dan semester 4 serta Jurusan PAI 2e dan semester 4 (mata kuliah BK dengan dosen Pak Darsana S)
Silahkan meraih nilai point tugas dengan klik pada mata kuliah yang sesuai di kolom kiri (Forum diskusi bersama dosen dan mahasiswa)
Untuk mahasiswa UNINDRA JAKARTA SEMESTER 2a DAN 2b, SILAHKAN SEGERA KLIK TUGAS ANDA DI FORUM DISKUSI BERSAMA DOSEN DAN MAHASISWA (pada kolom sebelah kiri).
Ingat jawaban anda langsung di dalam forum diskusi virtual blog ini, IKUTI empat langkah klik dalam petunjuknya. Selamat berdiskusi.
Untuk Mahasiswa Unindra Jakarta semester 4 dan 6 Silahkan meraih nilai tugas dengan klik pada mata kuliah yang sesuai di kolom kiri (Forum diskusi bersama dosen dan mahasiswa)
JANGAN PERNAH MEMBIARKAN DIRI ANDA DI DALAM (KETIDAK MENGERTI-AN) DAN TERUS MERUGI KARENA BENAR-BENAR TIDAK PERNAH MAU MENGERTI.
Selamat Berdiskusi!. Sukses untuk Anda, karena "AKU BISA!"
Silahkan meraih nilai point tugas dengan klik pada mata kuliah yang sesuai di kolom kiri (Forum diskusi bersama dosen dan mahasiswa)
Untuk mahasiswa UNINDRA JAKARTA SEMESTER 2a DAN 2b, SILAHKAN SEGERA KLIK TUGAS ANDA DI FORUM DISKUSI BERSAMA DOSEN DAN MAHASISWA (pada kolom sebelah kiri).
Ingat jawaban anda langsung di dalam forum diskusi virtual blog ini, IKUTI empat langkah klik dalam petunjuknya. Selamat berdiskusi.
Untuk Mahasiswa Unindra Jakarta semester 4 dan 6 Silahkan meraih nilai tugas dengan klik pada mata kuliah yang sesuai di kolom kiri (Forum diskusi bersama dosen dan mahasiswa)
JANGAN PERNAH MEMBIARKAN DIRI ANDA DI DALAM (KETIDAK MENGERTI-AN) DAN TERUS MERUGI KARENA BENAR-BENAR TIDAK PERNAH MAU MENGERTI.
Selamat Berdiskusi!. Sukses untuk Anda, karena "AKU BISA!"
30 Maret 2008
PENGALAMAN MUHIBAH (1)
HARI PERTAMA Rabu tanggal 19 Maret 2007.
Menikmati perjalanan ke Kuala Lumpur dengan Emirates Airlines malam hari, apanya yang aneh?.....rasanya memang nggak ada, semuanya berjalan mulus karena layanan penerbangan yang memang profesional. Bisa nonton TV di depan mata (dibalik jok tempat duduk kursi yang ada di depan kita duduk), atau main game untuk mengisi waktu serta membunuh kebosanan karena duduk di dalam pesawat, walaupun kursi di dalam pesawat sudah didesain secara argonomis. Kita juga bisa ikut melihat posisi bawah pesawat yang kita tumpangi saat take-off ataupun landing,karena ada camera di bagian bawah body pesawat. Makanan dan minuman yang dihidangkan, yaaah standar menu "lidah" internasional, bahkan kalau ada yang ingin minum beer atau "beer hitam?" disediakan dan dilayani dengan cara yang sangat ramah serta menyenangkan. Saya saat itu cukup meminta air putih saja, dan jawaban pramugari (sambil bereaksi agak aneh,karena dilayani yang enak-enak kok mintanya cuman air putih)dengan suara lembut sang parmugari berkata "air putih sudah ada di hadapan anda, langsung saja dinikmati dan kami akan melayani anda sekiranya ada permintaan lain yang dapat kami berikan atau kami sediakan".
Memang ada yang aneh?. Anehnya dimana?. Emirates Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan internasional yang memang "perfect" mengutamakan kepuasan pelanggannya (Customer satisfaction) melalui standar mutu "global". Semula saya mengira para pramugarinya pastilah orang-orang timur tengah,atau setidaknya wanita muslim yang berjilbab, dan hal itu memang terbukti saat saya mulai memasuki pesawat dan kemudian duduk sambil menunggu pesawat "take off".
Naah, setelah pesawat mengudara dan para crew pesawat mulai bersiap-siap melayani penumpang, topi dan kerudung tipis yang semula menutupi sebagian wajah ditanggalkan/dilepas sudah (secara pribadi sebenarnya saya kecewa, karena kecantikan dan keindahan busana bertopi dan berkerudung tipis telah hilang, walau untuk sementara) . Ternyata para pramugari yang bekerja secara cekatan (cepat, tepat dan trengginas) itu tidak hanya wanita-wanita timur tengah, karena ada yang wanita bule, wanita turunan India, bahkan adapula yang turunan China.
Pekerjaan pelayanan yang dilakukan secara rapi sambil terus mengumbar senyum, memang hanya dapat dilakukan melalui pelatihan atau pendidikan secara profesional, dan yang penting bukan hanya ketrampilan(psikomotor) serta kognisi(kecerdasan intelektual)nya saja yang baik, akan tetapi sikap mental/karakter/komitmen(afeksi)-nya juga harus baik.
Itulah hasil nyata proses pelatihan/pendidikan yang profesional, berstandar mutu internasional, karena saya tidak melihat satu penumpangpun yang mengeluh,apalagi cemberut karena layanan pramugari yang (maaf saya menyebutkannya) "cuek bebek" seperti pada perjalanan dengan maskapai penerbangan "LOW COST INDONESIA".
Saya jadi teringat dengan pengalaman layanan maskapai penerbangan "LOW COST INDONESIA" yang menyebalkan, saat secara mendadak saya harus pergi dengan dari Bandara Soekarno-Hatta dan mencari tiket langsung (Go-Show)di depan loket resmi. Ternyata saya dibawa langsung melalui calo masuk ke loket boarding (di bagian dalam) dan disitulah saya harus mengikuti lelang tawar menawar tiket dengan calon penumpang lain yang juga akan terbang ke jurusan yang sama (Solo). Walhasil tawaran tertinggi dan berhasil memperoleh tiket terbang adalah seorang penumpang pria berdasi, pakai peci, bawa tas tenteng yang keren (dalam hati saya berpikir waaah orang ini mesti pengusaha kaya yang sedang menjalankan bisnisnya), dan untuk itu saya perlu menghampirinya dan megucapkan "selamat".
Betapa terkejutnya saya, ternyata pemenang lelang tiket pesawat ke Solo tersebut adalah teman kuliah di S3, yang sedang menjalani tugas ke daerah. Dengan tersipu malu teman tadi cepat-cepat meninggalkan pembicaraan sambil "say hello".
Bagaimana ceritanya tiket pesawat terbang kok dilelang saat jadwal waktu penerbangan sudah masuk, dan tentunya pesawat baru akan diterbangkan setelah hasil lelang tiket diputuskan. Betapa murahnya harga penundaan jadwal penerbangan yang hanya setara dengan harga lelang satu buah tiket perjalanan Jakarta ke Solo???, dan hal ini konon masih terus berlangsung hingga saat ini!!!,edan tenan. Pantaslah kalau ada berita di media TV yang mewartakan adanya seluruh penumpang yang geram, marah bahkan seolah tak percaya lagi dengan janji-janji penundaan pemberangkatan pesawat terbang, sehingga mogok untuk tetap duduk di dalam pesawat sampai tiba saatnya diterbangkan kembali. Itulah bedanya hasil pendidikan/pelatihan pelayanan yang berkualitas tinggi dan berintegritas tinggi dengan pendidikan/pelatihan pelayanan yang ala kadarnya (daripada tidak di didik/dilatih).
Semestinya tiket "LOW COST" maskapai penerbangan apapun tetap harus menjamin kualitas layanan yang memuaskan, namun para pengelola maskapai penerbangan tertentu mungkin sudah ada yang berkilah dengan mencari pembenaran (ala tukang becak), "sudah bayarnya murah minta selamat lagi, mana ada" .
Haaah?.
25 Maret 2008
PERKEMBANGAN KOGNITIF

Menurut PIAGET Perkembangan KOGNITIF ANAK dikelompokkan dalam 4 tahapan:
1. Sensori Motor (usia 0-2 tahun)
Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak.
Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya.
Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'.
Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga, melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu).
2. Pra-operasional (usia 2-7 tahun)
Pada usia ini anak menjadi 'egosentris', sehingga berkesan 'pelit', karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi, namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis - rumit.
Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga.
3. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis.
Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa.
Misalnya: Analogi 'hidup kekal' - diangkat menjadi anak-anak Tuhan dengan konsep keluarga yang mampu mereka pahami.
4. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas)Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah, karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir, baik secara konkrit maupun abstrak, sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga.
Ada kesulitan baru yang dihadapi guru saat memfasilitasi peserta didik, sehingga guru harus menyediakan waktu lebih banyak agar dapat memahami terjadinya perubahan dalam proses perkembangan yang sedang dihadapi peserta didik, terutama ketika memasuki usia pubertas.
Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi.
Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH); dan 2). Luteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan, kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.
Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran, seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat, dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para remaja banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas ? Apa yang salah dari semua ini?
Remaja adalah mereka yang berusia antara 12 - 21 tahun, yang akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut :
Masa Pra-pubertas (12 - 13 tahun)
Masa pubertas (14 - 16 tahun)
Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
Dan periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)
Masa pra-pubertas (12 - 13 tahun)
Masa ini disebut juga masa pueral, yaitu masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja. Pada anak perempuan, masa ini lebih singkat dibandingkan dengan anak laki-laki. Pada masa ini, terjadi perubahan yang besar pada remaja, yaitu meningkatnya hormon seksualitas dan mulai berkembangnya organ- organ seksual serta organ-organ reproduksi remaja.
Pada fase Remaja, terjadi perkembangan intelektual yang sangat pesat, sehingga seringkali remaja-remaja ini cenderung bersikap suka mengkritik (karena merasa tahu segalanya), yang sering diwujudkan dalam bentuk pembangkangan ataupun pembantahan terhadap orang tua, mulai menyukai orang dewasa yang dianggapnya baik, serta menjadikannya sebagai "hero" atau pujaannya. Perilaku ini akan diikuti dengan meniru segala yang dilakukan oleh pujaannya, seperti model rambut, gaya bicara, sampai dengan kebiasaan hidup pujaan tersebut.Ekspresi ini menunjukkan pula terjadinya proses erosi percaya diri, namun bisa pula terjadi perkembangan positif seperti meningkatnya rasa percaya diri.
Selain itu, pada masa ini remaja juga cenderung lebih berani mengutarakan keinginan hatinya, lebih berani mengemukakan pendapatnya, bahkan akan mempertahankan pendapatnya sekuat mungkin. Hal ini yang sering ditanggapi oleh orang tua sebagai pembangkangan. Remaja tidak ingin diperlakukan sebagai anak kecil lagi. Mereka lebih senang bergaul dengan kelompok yang dianggapnya sesuai dengan kesenangannya. Mereka juga semakin berani menentang tradisi orang tua yang dianggapnya kuno dan tidak/kurang berguna, maupun peraturan-peraturan yang menurut mereka tidak beralasan, seperti tidak boleh mampir ke tempat lain selepas sekolah, dan sebagainya. Mereka akan semakin kehilangan minat untuk bergabung dalam kelompok sosial yang formal, dan cenderung bergabung dengan teman-teman pilihannya. Misalnya, mereka akan memilih main ke tempat teman karibnya daripada bersama keluarga berkunjung ke rumah saudara.
Tapi, pada saat yang sama, mereka juga butuh pertolongan dan bantuan yang selalu siap sedia dari orang tuanya, jika mereka tidak mampu menjelmakan keinginannya. Pada saat ini adalah saat yang kritis. Jika orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan psikisnya untuk mengatasi konflik yang terjadi saat itu, remaja akan mencarinya dari orang lain. Orang tua harus ingat, bahwa masalah yang dihadapi remaja, meskipun bagi orang tua itu merupakan masalah sepele, tetapi bagi remaja itu adalah masalah yang sangat-sangat berat.
Masa pubertas (14 - 16 tahun)
Masa ini disebut juga masa remaja awal, dimana perkembangan fisik mereka begitu menonjol. Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga bahwa hal itu menunjukkan bahwa ia memang bukan anak-anak lagi. Pada masa ini, emosi remaja menjadi sangat labil akibat dari perkembangan hormon-hormon seksualnya yang begitu pesat. Keinginan seksual juga mulai kuat muncul pada masa ini. Pada remaja wanita ditandai dengan datangnya menstruasi yang pertama, sedangkan pada remaja pris ditandai dengan datangnya mimpi basah yang pertama. Remaja akan merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga orang tua harus mendampinginya serta memberikan pengertian yang baik dan benar tentang seksualitas. Jika hal ini gagal ditangani dengan baik, perkembangan psikis mereka khususnya dalam hal pengenalan diri/gender dan seksualitasnya akan terganggu. Kasus-kasus gay dan lesbi banyak diawali dengan gagalnya perkembangan remaja pada tahap ini.
Di samping itu, remaja mulai mengerti tentang gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Karena kebingungan mereka ditambah labilnya emosi akibat pengaruh perkembangan seksualitasnya, remaja sukar diselami perasaannya. Kadang mereka bersikap kasar, kadang lembut. Kadang suka melamun, di lain waktu dia begitu ceria. Perasaan sosial remaja di masa ini semakin kuat, dan mereka bergabung dengan kelompok yang disukainya dan membuat peraturan-peraturan dengan pikirannya sendiri.
Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
Pada masa ini, remaja yang mampu melewati masa sebelumnya dengan baik, akan dapat menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan. Mereka juga bangga karena tubuh mereka dianggap menentukan harga diri mereka. Masa ini berlangsung sangat singkat. Pada remaja putri, masa ini berlangsung lebih singkat daripada remaja pria, sehingga proses kedewasaan remaja putri lebih cepat dicapai dibandingkan remaja pria. Umumnya kematangan fisik dan seksualitas mereka sudah tercapai sepenuhnya. Namun kematangan psikologis belum tercapai sepenuhnya.
Periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)
Pada periode ini umumnya remaja sudah mencapai kematangan yang sempurna, baik segi fisik, emosi, maupun psikisnya. Mereka akan mempelajari berbagai macam hal yang abstrak dan mulai memperjuangkan suatu idealisme yang didapat dari pikiran mereka. Mereka mulai menyadari bahwa mengkritik itu lebih mudah daripada menjalaninya. Sikapnya terhadap kehidupan mulai terlihat jelas, seperti cita-citanya, minatnya, bakatnya, dan sebagainya. Arah kehidupannya serta sifat-sifat yang menonjol akan terlihat jelas pada fase ini.
Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri, dan sebagainya.
Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya.
Para pembimbing Remaja dan Guru, diharapkan memahami masalah perkembangan remaja secara utuh, sehingga mampu memberikan bantuan yang sekaligus berperan sebagai solusi bagi masalah yang sedang dihadapinya.
sumber :
http://edukasipress.wordpress.com/
http://intanfw313.blogspot.com/
http://darsanas.multiply.com/
A Pitaloka, M.Psi
17 Maret 2008
ALAMAT BLOG WARGA II B Bahasa indonesia UIN JAKARTA 2008
No Nama ...........Alamat Blog
1 Durrah Nafisah http://www.vivi130689.blogspot.com/
2 Hendri Pradiyanto http://www.hendrinizar.blogspot.com/
3 Husen Mubarok Husen.mubarok.blogspot.com
4 Khaerul Anwar Kaerulanwar66.blogspot.com
5 Yuyun Lisa K Yuyun-lisa.blogspot.com
6 Halimatus Saadiyah Halim220289.blogspot.com
7 Inayah Setiani Iin-uin.blogspot.com
8 Almuttaqin Almuttaqin-uinjkt-bi-2b.blogspot.com
9 M Alimudin Alimudintegal.blogspot.com
10 Fahmi Aminudin Amie-milanisti.blogspot.com
11 Johan Aristya Johanaink.blogspot.com
12 Iin Rofina Danti Duantie.blogspot.com
13 Nubzatun Saniyah Niadza.blogspot.com
14 Intan Puspita Intan-pus.blogspot.com
15 Siti Aminah Aminah_uinjkt.blogspot.com
16 Chairunnisa Nchairunnisa-chairunnisa.blogspot.com
17 Lieza Yanti Lieza-luchuwz.blogspot.com
18 Putri Agustina Putry-lasso.blogspot.com
19 Anung Adhy Anungadhy.blogspot.com
20 Resi Ayu Yusya-resiayu.blogspot.com
21 Lilis Suryani Nulty-chubby.blogspot.com
22 Siti Markhamah Markhamahs.blogspot.com
23 Fatma Sari Aeynu.blogspot.com
24 Siti Amaliyah Amel_sasa.blogspot.com
25 Yuyun Khoirunnisa Nyuem.blogspot.com
26 Antique Antique-pasya.blogspot.com
27 Rudi Sopiyadi Rudisopiyadi.blogspot.com
28 Fikri Abu Hakim Fikriabuhakim.blogspot.com
29 Sandi Nugraha Sandindi.blogspot.com
30 Eti Kurniati Igeys.multiply.com
31 Irma Sofrawirawati Irmahenboy.blogspot.com
32 Dewi Handayani Wie-stroberri.blogspot.com
33 Gita Desi Gdl-imoet.blogspot.com
34 Fajar Fitri Fitri190688.blogspot.com
35 Nurul Syaefitri HTTP://Nurulsyaefitri.blogspot.com
36 Mirna Ferdiyawati HTTP://Mirnaferdiyawati-uin-bi-2b.blogspot.com
37 - -
1 Durrah Nafisah http://www.vivi130689.blogspot.com/
2 Hendri Pradiyanto http://www.hendrinizar.blogspot.com/
3 Husen Mubarok Husen.mubarok.blogspot.com
4 Khaerul Anwar Kaerulanwar66.blogspot.com
5 Yuyun Lisa K Yuyun-lisa.blogspot.com
6 Halimatus Saadiyah Halim220289.blogspot.com
7 Inayah Setiani Iin-uin.blogspot.com
8 Almuttaqin Almuttaqin-uinjkt-bi-2b.blogspot.com
9 M Alimudin Alimudintegal.blogspot.com
10 Fahmi Aminudin Amie-milanisti.blogspot.com
11 Johan Aristya Johanaink.blogspot.com
12 Iin Rofina Danti Duantie.blogspot.com
13 Nubzatun Saniyah Niadza.blogspot.com
14 Intan Puspita Intan-pus.blogspot.com
15 Siti Aminah Aminah_uinjkt.blogspot.com
16 Chairunnisa Nchairunnisa-chairunnisa.blogspot.com
17 Lieza Yanti Lieza-luchuwz.blogspot.com
18 Putri Agustina Putry-lasso.blogspot.com
19 Anung Adhy Anungadhy.blogspot.com
20 Resi Ayu Yusya-resiayu.blogspot.com
21 Lilis Suryani Nulty-chubby.blogspot.com
22 Siti Markhamah Markhamahs.blogspot.com
23 Fatma Sari Aeynu.blogspot.com
24 Siti Amaliyah Amel_sasa.blogspot.com
25 Yuyun Khoirunnisa Nyuem.blogspot.com
26 Antique Antique-pasya.blogspot.com
27 Rudi Sopiyadi Rudisopiyadi.blogspot.com
28 Fikri Abu Hakim Fikriabuhakim.blogspot.com
29 Sandi Nugraha Sandindi.blogspot.com
30 Eti Kurniati Igeys.multiply.com
31 Irma Sofrawirawati Irmahenboy.blogspot.com
32 Dewi Handayani Wie-stroberri.blogspot.com
33 Gita Desi Gdl-imoet.blogspot.com
34 Fajar Fitri Fitri190688.blogspot.com
35 Nurul Syaefitri HTTP://Nurulsyaefitri.blogspot.com
36 Mirna Ferdiyawati HTTP://Mirnaferdiyawati-uin-bi-2b.blogspot.com
37 - -
PENDIDIKAN YANG BERMUTU TINGGI BAGI ANAK BANGSA, SECARA BERKEADILAN
Saat Ibu Megawati menjabat Presiden, pernah berkunjung ke SMA Negeri 13 Jakarta, untuk melihat langsung aktivitas salah satu sekolah plus tingkat kotamadya yang berada di Jakarta Utara.
Ada salah satu statemen beliau yang sangat menarik menyangkut fenomena pemerataan pendidikan dan pendidikan yang bermutu (tinggi), dan langsung saya diskusikan dengan teman sekaligus tetangga lama saya yaitu Pak Yacob Nuwawea, yang kebetulan mendampingi Ibu Presiden Megawati dalam kunjungan tersebut. Saya berkata dengan teman lama saya “Begini pak Yacob, kalau pendidikan gratis untuk semua, itu ada beberapa permasalahan yang perlu diklarifikasi antara lain, layanan pendidikannya memang gratisan dan ini memang berbiaya murah bahkan murahan dan jangan tanya soal mutunya, naaah kalau pendidikan yang bermutu tinggi itu biayanya pasti mahal”. Beliau lalu lebih serius mendengarkan perkataan saya, dan saya juga lebih serius menjelaskannya “saya dan bapak, tentu tak akan rela menyekolahkan anak-anak kita pada sekolah yang gratisan alias murahan, apalagi dengan prinsip lebih baik sekolah gratisan (sekolah-sekolahan yang murah meriah dan tak jelas juntrungan mutunya) daripada tidak sekolah”.
Lanjut saya kemudian “semestinya kita ini berani menciptakan program pendidikan yang bermutu tinggi bagi anak bangsa, secara berkeadilan, artinya anak orang kaya silahkan bersekolah di sekolah manapun yang dianggap berkualitas dengan biaya sesuai mutu layanannya, sementara anak orang miskin juga dijamin oleh Negara (pemerintah) untuk memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi juga”. Akhir pertemuan saya dengan pak Yacob diakhiri dengan undangan beliau untuk bertandang di tempat kerjanya di Jl Gatot Subroto, untuk ngobrol atau diskusi lebih lanjut.
Sekarang pertanyaannya prinsip keadilannya terletak dimana? Jawabannya terletak pada kesetaraan dan pemerataan dalam memperoleh pendidikan yang bermakna sesuai kebutuhan peserta didik untuk survive, di setiap event kompetisi masa depannya. Kalau begitu perlu sistem subsidi pendidikan yang bermutu tinggi? Lha kan sudah bejibun (bertumpuk-tumpuk) program-program subsidi pendidikan yang diglontorka ke sekolah, seperti BIS-nya di BOMM (BIS = Bantuan Imbal Swadaya Sekolah, BOMM=Bantuan Operasional Manajemen Mutu Sekolah) dan sekarang BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Memang tidaklah adil kalau anak orang miskin di Republik ini harus menerima nasib bersekolah dengan layanan setingkat gratisan dan sekolah-sekolahan daripada tidak sekolah, karena mereka memang memiliki hak yang sama serta dilidungi oleh undang-undang agar memperoleh layanan yang setara dengan anak bangsa yang lainnya.
Pada forum Seminar Nasional Universitas Terbuka “Kontribusi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), 10 Maret 2008 di ruang sidang 2 Kampus UT Pondok Cabe, saya menolak statemen salah satu nara sumber (Prof.Urip) yang menyatakan perlunya “Pendidikan Berkualitas Untuk Semua” karena jelas menyinggung rasa keadilan bagi si miskin. Padahal tujuan dari MDGs sendiri berpihak pada orang miskin dengan peluang pendidikannya yang lebih baik (bermutu tinggi).Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saja sampai membebaskan kredit macet dari para petani miskin, untuk memberi perimbangan rasa keadilan karena penerima kredit yang milyar dan trilyunan rupiah kasus BLBI (akan) “dibebaskan” dari tangungan “pembayarannya”.
Tadi malam saya membuka portal http://www.depdiknas.go.id dan memperoleh informasi aktivitas Bapak Presiden di bulan Februari 2008 yang lalu, menyangkut masalah pendidikan yang berkeadilan ini.
Pemerintah saat ini berkeinginan memberikan layanan pendidikan gratis, yang bermutu (tinggi) untuk masyarakat miskin, sedangkan yang kaya silahkan mencari dan memilih sendiri lembaga pendidikan sesuai dengan selera mereka. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan pendidikan di Indonesia dan mengemukakan program pendidikan 3M (mutu, murah, merata). Program 3M merupakan pembangunan pendidikan yang bermutu, murah, dan gratis bagi orang miskin. Selain itu, dikembangkan pula pendidikan yang merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di tanah air. Hal itu diucapkan belaiu di dalam forum Rapat Evaluasi Program Prioritas Depdiknas 2007-2008 yang berlangsung tanggal 6 Februari 2008 di ruang Bhirawa Hotel Bidakara Pancoran Jakarta. Saya langsung “sumringah” (berwajah riang dan berharap positif) dengan program ini, karena anak orang miskin akan memperoleh haknya berprestasi di dalam rumah pendidikan sekolah, sesuai dengan potensi diri pemberian penciptaNYA. Tak seorangpun diantara kita yang boleh mengebiri hak azasi setiap hamba Tuhan untuk memanfaatkan peluang masa depannya, sesuai dengan esensi seluruh kecerdasan bawaannya.
Sungguh menggembirakan bilamana program ini terealisir secara nasional, mungkin melalui desain “Pajak Pendidikan yang menempel pada Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB warga”, atau Pajak penghasilan dan pendapatan lainnya.
Namun sampai sekarang, mengapa anak-anak orang miskin bahkan yang sudah tidak miskin-pun masih banyak yang belum menerima layanan pendidikan berkualitas tinggi tersebut?. Bahkan indikator Human Development Indeks (HDI) kita masih terus merangkak satu demi satu di peringkat di atas 100 pada setiap tahunnya?. Bahkan peringkat Perguruan Tinggi kita menurut Times Higher Education Suplement (THES) di tahun 2007 lalu melorot lagi, padahal dari 500 perguruan tinggi terbaik di dunia, kita hanya memiliki 3 perguruan tinggi yang masuk peringkat 250 -300 dunia (UI, UGM dan ITB), dan 1 perguruan tinggi (UNDIP) berperingkat di atas 490 dunia?.
MasyaAllah, padahal tahun 1994 saat saya menjalani bea siswa ketiga di Universitas Gadjah Mada (UGM), dosen perdanya mengatakan “berbahagialah saudara memperoleh kesempatan berkuliah di UGM yang memiliki peringkat 16 dunia”, dan saat itu ITB juga meraih peringkat 15 diantara lembaga pendidikan tinggi teknik didunia.
Ada apa di rumah pendidikan yang bernama sekolah?. Padahal otoritas mutu (yang tinggi) sudah dilimpahkan sampai ke tingkat sekolah melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) nya.
Sungguh saya tidak habis mengerti dengan lilitan benang ruwet kondisi pendidikan kita ini. Namun kita tidak boleh menyerah, karena masalah tersebut adalah bagian dari UJIAN TUHAN kepada bangsa ini untuk survive di masa datang. Benar adanya ujian adalah hak kita yang harus kita hadapi, agar kita memperoleh peluang dan kesempatan yang lebih tinggi saat selesai dan lulus ujian sebelumnya.
Karena tidak ada kata yang lebih tepat untuk menyatakannya maka saya akan mengajak untuk secara bersama memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah mutu pendidikan secara berkeadilan ini, sesuai dengan kapasitas proporsional diri kita, di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ya Tuhan jangan Engkau timpakan ujian, yang kami tidak mampu memikulnya”.
Namun yakinlah bahwa kita dapat berbuat adil kepada sesama hamba Tuhan yang lain, paling tidak dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu tinggi, terutama kepada mereka yang miskin, karena yang kaya bisa mencari sendiri dengan fasilitas Negara yang mereka terima sehingga mereka menjadi kaya. Itulah esensi berkeadilan dalam pendidikan yang harus kita jalankan.
Darsana Setiawan
Cijantung senin pagi, 17 Maret 2008
12 Maret 2008
UJIAN

Pagi-pagi seperti biasa, acara saya nonton TV dimulai dengan menikmati acara Mama dan Aa “curhat doong” di chanel Indosiar dengan tema curhatnya adalah “sombong?, ke laut saja”.
Secara spesial yang melekat di benak saya pagi tadi adalah ungkapan Mama Dedeh (Ustadzah Dedeh), bahwa setiap manusia akan menerima ujian dari Allah dan tinggal bagaimana cara kita menyikapi atau memaknai ujian tersebut. Ada dua macam ujian yaitu ujian yang “hasanah” dan ujian yang “syaiah”. Termasuk di dalam peristiwa ujian “syaiah” misalnya musibah sakit, usaha bangkrut, ditipu orang, kecelakaan, bencana dan sebagainya.
Kemudian Mama Dedeh berkata kalau ujian yang “hasanah” contohnya antara lain “naik pangkat dan jabatan gratis”, atau “dapat penghargaan dan pujian gratiiis”, atau “dapat istri gratiiis”, atau “dapat rumah baru gratiiis”. Semula saya tersenyum simpul sendiri saat mendengar ungkapan “dapat istri gratis”, namun setelah saya “cerdasi” sendiri, ternyata benar adanya.
Memiliki seorang istri atau suami bagi setiap hamba Allah adalah ujian, dan bisa jadi ujian yang “syaiah” atau ujian yang “hasanah” tergantung dari kenyataan yang kita hadapi di dalam rumah tangga masing-masing.
Setelah berumah tangga 32 tahun lamanya, saya baru menyadari betul, bahwa apapun keadaannya bagi setiap suami atau istri, memiliki pasangan hidup itu adalah juga ujian dari Allah SWT, agar dapat berbakti serta tetap mencintaiNya.
Banyak yang tidak memahami masalah ini, sehingga seringkali merespon ujian (terutama yang “syaiah”) dengan kemarahan, kekesalan, umpatan, keluhan, kekerasan, penghianatan bahkan dengan hujatan tidak saja kepada pasangannya, akan tetapi juga banyak yang mengalamatkan kepada Sang Pemberi Ujian yaitu Allah Swt.
Astaghfirullahaladziim, mungkin saya dan anda pernah melakukannya, karena ketidakfahaman atau keterbatasan akan adanya ujian yang diberikan Sang Maha Kasih kepada hambaNya. Namun tidak perlu berkecil hati, karena saat saya dan anda (kita) tidak lulus pada ujian yang satu, maka dihadapan kita telah disajikan ujian berikutnya, sehingga kita memperoleh peluang untuk selalu meningkatkan kualitas (Quality improvement) keimanan kita.
Dan janganlah pernah berpikir bahwa saat kita mampu menghujat setiap ujian yang datang, maka ujian berikutnya akan berhenti menghampiri kita. Kalau ujian diposisikan seperti ini, maka ujian menjadi hak dari manusia, sehingga sifat keadilan dan kesetaraan pemberian Allah, dapat dinikmati oleh setiap hamba Allah, siapapun dia, setinggi apapun jabatan atau pangkatnya, sekaya apapun harta duniawinya, dan last but not least sepandai atau secerdas apapun otak bagian kirinya (lobus sinestri cerebrum).
Oleh karena itu hendaknya kita tidak terpeleset untuk menggunggat ujian yang menjadi hak kita sendiri.
Akan lebih baik manakala mensikapi setiap ujian yang diterima, menjalaninya dengan sabar, ikhlas, tawakal, amanah dan senantiasa mensyukuri datangnya ujian tersebut.
Di dalam pengajian malam jum’at (tadi malam) pak Ustadz mengatakan bahwa sifat yang pandai mensyukuri pemberian (ujian) Allah, disebut dengan “syakiir” sedangkan sifat yang lebih dan lebih lagi mensyukuri nikmat Allah, disebut dengan “syakur”.
Identitas hamba Allah yang “syakur” dapat dilihat dari sikapnya saat menghadapi ujian Allah, misalnya mendapatkan penyakit, kemudian dari hasil evaluasi diri (self evaluation) seseorang mampu mensyukuri datangnya sakit tersebut, bukan sebagai malapetaka, akan tetapi sebagai peringatan Allah, bahwasanya Allah tetap memberikan perhatian dengan segenap cintaNya kepada kita.
Rasa syukur yang terungkap dari seorang hamba yang “syakur” tercermin secara otomaticly dari style bicaranya, isi pembicaraannya, bahkan sampai pada mision dari buah pikirannya.
Subhanallah, Maha Suci Allah.
linkblog
http://omson.blogspot.com/
http://edukasipress.wordpress.com/
http://darsanas.multiply.com/
http://padangerino.blogspot.com/
Cijantoeng tiga, saat sepi di rumah, 7 Maret 2008.
darsana setiawan
04 Maret 2008
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
Setiap tahapan usia seseorang, selalu melewati tahap tugas-tugas perkembangan-nya.
Bila seseorang gagal melewati tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya (sesuai dengan usia kalender-nya), maka pada tahap perkembangan berikutnya akan terjadi suatu masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk mengenal lebih jauh tentang kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan tersebut antara lain:
1. Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki teman, dan sebagainya.
2. Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua
Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku "pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar.
3. Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin
Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut.
4. Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun).
5. Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya.
Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain:
- Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
- Emosinya tidak stabil
- Perkembangan Seksual sangat menonjol
- Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
- Terikat erat dengan kelompoknya
Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan. Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun
a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya:
- Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
- Anak mulai bersikap kritis
b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya:
- Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
- Memperhatikan penampilan
- Sikapnya tidak menentu/plin-plan
- Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
- Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
- Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun
Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
- Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
- Mulai menyadari akan realitas
- Sikapnya mulai jelas tentang hidup
- Mulai nampak bakat dan minatnya
Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.
[sumber :www.iqeq.web.id]
PEMBELAJARAN

Yang membedakan antara kurikulum 2006/BSNP/berbasis kompetensi (KBK) dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah di dalam menjabarkan materi kurikulum yang bersifat nasional melalui silabus dan KTSP, serta penilaian hasil belajar dari seluruh (3) aspek belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.KKM (kompetensi Ketuntasan Minimal) walaupun menjadi otoritas Guru di sekolah, namun pada akhirnya juga harus memenuhi SKL (Standar Kompetensi Lulusan) BSNP/Pusat.
Di dalam kurikulum ini (KBK), silabus adalah isi kompetensi dan elaborasi (uraian dan rincian) materi pelajaran, pembelajaran dan penilaian serta pengalokasian waktu yang disusun sesuai dengan (jenjang perkembangan siswa) pada semester dan kelas masing.
MEMENUHI STD ISI MEMENUHI STD KELULUSAN
--->
Permen 22 STANDAR PROSES permendiknas 23
STANDAR SAR-PRAS
STANDAR PENILAIAN
STANDAR BIAYA
STANDAR PELAYANAN
STANDAR SDM
STANDAR PENGELOLAAN ....
...............(permendiknas no. 24 tahun 2006)........................
PEMBELAJARAN ADALAH SUATU SISTEM YANG DI DALAMNYA
TERDAPAT KOMPONEN-KOMPONEN SUB-SISTEM SEPERTI GURU, SISWA,
PESAN, BAHAN, ALAT, TEKNIK, MANAJAMEN PENGELOLAAN KELAS DAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KESEMUANYA BERPERAN SEBAGAI "INSTRUMENTAL INPUT". SETIAP KOMPONEN HARUS
BERINTERAKSI SATU DENGAN YANG LAIN UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN SEHINGGA MAMPU MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN.
SUATU PEMBELAJARAN HARUS DIRANCANG TERLEBIH DAHULU (ADA BLUE PRINT), SEHINGGA DALAM PRAKTIKNYA SAMA SEPERTI SEBUAH BANGUNAN HARUS DIRANCANG TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIBANGUN. Untuk itu diperlukan DESAIN PEMBELAJARAN.
DISAIN PEMBELAJARAN ADALAH PROSES SISTEMATIK DALAM MERANCANG PERISTIWA PEMBELAJARAN (INSTRUCTIONAL EVENTS) SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA
KOMPONEN- KOMPONEN (SUB-SISTEM) PEMBELAJARAN DI ATAS SALING BERINTERAKSI,UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
03 Maret 2008
PENILAIAN KELAS / CLASSROOM ASSESMENT

Pengertian Penilaian Kelas
Adalah wajar setiap guru ingin mengetahui kemajuan hasil belajar siswanya sebagai hasil kegiatan PEMBELAJARAN. Berbagai kegiatan dilakukan oleh guru untuk mengumpulkan informasi guna menentukan kemajuan belajar (prestasi) belajar siswanya. Untuk menaksir prestasi siswa, guru melakukan penilaian dengan "membaca" apa yang telah dilakukan para siswa, mengamati kinerja mereka, mendengarkan apa yang mereka katakan, dan pada umumnya memakai indera untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengumpulan informasi dapat dilakukan dalam suasana formal atau pun informal, di dalam atau di luar jam pelajaran (khususnya yang berkaitan dengan pendidikan nilai), baik melalui tes maupun non‑tes, dan terintegrasi di dalam proses pembelajaran (di awal, di tengah atau di akhir prosaes pembelajaran)
Penilaian prestasi belajar (achievement test) sering dilakukan melalui tes, tetapi tidak selalu melalui tes. Guru sering menggunakan tes dengan alasan kepraktisan, karena tes sebagai penilaian terencana diselenggarakan dalam situasi khusus untuk memberi peluang dan atau menciptakan kesempatan kepada para peserta didik untuk memperlihatkan prestasi mereka dalam kaitannya dengan tujuan pembelaran yang telah ditentukan di dalam Standar Isi (SI) serta Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Bilamana informasi tentang prestasi belajar siswa dianggap cukup terkumpul, guru perlu melakukan penilaian terhadap prestasi siswa (kompetensi yang telah dicapai), apakah siswa telah mencapai tujuan pembelajaran (mencapai SKL) yang telah ditetapkan dan memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut atau harus mengulang dan atau memperbaiki kompetensi (remediasi). Hasil penilaian yang baik memudahkan guru untuk menentukan apakah seorang siswa harus diberi pengayaan (enrichment) atau perbaikan (remediasi/), di samping untuk mendiagnosis serta memperbaiki program, kegiatan pembelajaran, bahan/buku pelajaran, dan silabus.
Penilaian kelas tidak hanya meliputi pengumpulan informasi tentang prestasi belajar siswa (achievement) akan tetapi juga menyangkut tentang unjuk kerja (performance) dan tingkah laku siswa melalui:
1.Penyediakan informasi tentang faktor‑faktor fisik, sosial, dan emosional yang melandasi unjuk kerja siswa;
2.menilai sikap siswa dalam belajar; menilai pengetahuan yang dicapai siswa;
3.menilai keterampilan dasar (basics skills) dan keterampilan‑keterampilan lain yang dikuasai siswa;
4.menentukan kesulitan‑kesulitan belajar tertentu yang dihadapi siswa; menilai kemampuan siswa bekerja secara individual;
5.menilai kemampuan siswa bekerja sama;
6.menilai perkembangan berpikir siswa;
7.menilai sistem nilai‑nilai (value)yang sedang berproses dalam pribadi siswa; dan mengindentifikasi minat‑minat siswa.
8.memantau perkembangan kompetensi atau tercapainya Indikator Pencapaian Belajar.
9.membantu dalam membuat keputusan tentang belajar‑mengajar
10.menyediakan informasi perkembangan siswa dari waktu ke waktu: dalam suatu mata pelajaran.
11.melaporkan kemajuan belajar kepada siswa clan orang tua.
Pada umumnya penilaian kelas TIDAK digunakan untuk:
a. membuat keputusan tentang masa depan (yang dapat menentukan nasib anak) secara individual; atau
b. menyediakan informasl untuk keperluan perbandingan hasil belajar, baik secara nasional maupun internasional
Label:
evaluasi proses pendidikan
02 Maret 2008
KULIAH PERDANA (1) EVALUASI

PENDAHULUAN
Hampir dari seluruh aktivitas kita tidak pernah lepas dari persinggungan dengan proses "pengukuran, penilaian" (evaluasi) dan pengambilan keputusan. Walaupun seringkali seseorang melakukan pengambilan keputusan melalui jalan pintas (potong kompas), dengan cara "gambling" (untung-untungan) tanpa didahului dengan pengukuran dan penilaian (evaluasi). Apabila kebiasaan berpikir dan bertindak seseorang didominasi oleh sikap "gambling", yang hanya berlandaskan akal sehat semata (common-sense) dan mengabaikan metode berpikir ilmiah, maka resiko kesalahan dari pengambilan keputusan pada kinerja kolektif, akan semakin besar. Memang pada kinerja individual yang bersifat "internal" masih akan tetap dipengaruhi oleh instink, perasaan serta naluri dan kebiasaan.
Saat menetapkan pilihan melalui pengambilan keputusan, sebaiknya didahului dengan aktivitas "pengukuran, penilaian" (evaluasi), kemudian baru ditindak lanjuti dengan pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan pemahaman tentang istilah-istilah tersebut, berikut dijelaskan dengan deskripsi;
1. PENGUKURAN (versi psikometri) : Adalah upaya untuk memperoleh data kuantitatif dari perkembangan proses pembelajaran secara (kognitif, afektif dan psikomotor/sensorimotor) dengan menggunakan alat ukur sebagai standar pembanding (bensmarck standardize).Hasil ukurnya akan sesuai dengan kaidah alat ukur standar manakala digunakan sesuai dengan prosedur spesifikasi tuntutan alat ukur itu sendiri. Perlu diingat bahwa setiap alat ukur memiliki kekurangan atau keterbatasan.contoh ; untuk mengukur panjang, kita di Indonesia telah bersepakat menggunakan alat ukur standar "meter" (milimeter, centimeter, desimeter ....kilometer ...dst-nya).Untuk mengukur berat, kita sepakat menggunakan standar ukur "gram" ( satu ons gram = 100 gram, satu kilo gram = 1000 gram, satu ton gram = 10.000 gram...dst-nya).
Untuk mengukur suhu kita sepakat menggunakan derajat Celsius, walaupun bisa juga kita gunakan derajat Reamur, Farenheit atau Kelvin.
Masyarakat Eropa menggunakan standar ukur panjang "feed", bahkan ukuran panjang masyarakat pedalaman kita sering digunakan "depa" atau "hasta" dari rentangan kedua tangannya . Masyarakat tradisonal kita menggunakan standar ukur berat "dacin" bahkan yang lebih sederhana hanya dibandingkan dengan berat "batu" yang dikermatkan, untuk menimbang beras/gabah.
Terhadap penggunaan alat ukur yang berbeda tidaklah menjadi masalah, karena bila kita ingin melakukan penyetaraan, cukup kita lakukan KALIBRASI. Celsius memutuskan untuk menggunakan skala temperaturnya sendiri, dia menentukan titik didih pada 0 °C (212 °F) dan titik beku pada 100 °C (32 °F). Satu tahun kemudian Frenchman Jean Pierre Cristin mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada 0 °C (32 °F) dan titik didih pada 100 °C (212 °F). Dia menamakannya Centrigade.Pada akhirnya, Celsius mengusulkan metode kalibrasi termometer sbb:
a. Tempatkan silinder termometer pada air murni meleleh dan tandai titik saat cairan di dalam termometer sudah stabil. ini adalah titik beku air.
b. Dengan cara yang sama tandai titik di mana cairan sudah stabil ketika termometer ditempatkan di dalam uap air mendidih.
c. Bagilah panjang di antara kedua titik dengan 100 bagian kecil yang sama.
SISI PANDANG FISIKA & TEKNIK tentang pengukuran :Tulisan berikut bersumber dari http://www.wikipedia.org/ membahas tentang macam-macam alat ukur menurut versi ilmu alam (fisika);Dalam fisika dan teknik, pengukuran adalah aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur terkena error peralatan yang bervariasi.Fisikawan menggunakan banyak alat untuk melakukan pengukuran mereka. Ini dimulai dari alat yang sederhana seperti penggaris dan stopwatch sampai ke mikroskop elektron dan pemercepat partikel. Instrumen virtual digunakan luas dalam pengembangan alat pengukur modern.MassaKeseimbanganpenimbang beratSpectrometer massakatharometerSejarah berat dan pengukuranWaktukalendarchronometerjamjam atompenanggalan radiometrikGaris waktu teknologi pengukuran waktuPanjang (misal, kejauhan)altimeter (mengukur ketinggian)skala arsitekskala teknisiinterferometermikrometerpi tapeodometeropisometerpenggaristape measurelaser rangefinderultrasound distance measureGPSElectronic distance meterLuasplanimeterSudutsextanttheodoliteprotractorSuhuthermometerthermocouplethermistorpyrometerelectromagnetic spectroscopyKelembabanhygrometerTekananbarometermanometerPitot tube (used to determine speed)anemometer (used to determine wind speed)tire-pressure gaugeAliranpHLevelaltimeter (mengukur ketinggian)spirit levellaser line levelDumpy levelTiltmeterRadiasigeiger counterNichols radiometerSuaraCahayaPhotometerSpectrometerKecepatanspeedometerairspeed indicatorTorqueDe Prony brakeSifat listrikelectrometer (mengukur muatan)ammeter (mengukur arus listrik)galvanometer (mengukur arus)ohmmeter (mengukur hambatan)voltmeter (mengukur voltase)Wheatstone bridgemultimeter (mengukur semua di atas)oscilloscopewatt meter (mengukur power)electric energy meter (mengukur energi)KekerasandurometerKepadatanPycnometerTidak terkategorisasicolorimeter (mengukur absorbance, dan juga konsentrasi)radiometrysicroscopespectroscopy.
Hasil ukur dalam pendidikan dapat berupa :SKOR (SCORE), HASIL PENGAMATAN dll.2. PENILAIAN untuk kepentingan pendidikan ;
Penilaian merupakan upaya memaknai hasil pengukuran secara kualitatif
Penilaian yang baik seharusnya didasari dari hasil Pengukuran yang juga baik.
3. PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENDIDIKAN
Ketentuan yang berdampak terhadap peserta didik maupun institusi, berdasar pertimbangan hasil PENILAIAN (baik secara administratif maupun teknis) yang diambil oleh pemilik otoritas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Ada hubungan antara pengambilan keputusan dengan penilaian dan pengukuran. Kemudian dimana letak hubungan ketiganya dengan Evaluasi?. Jawabannya ada di dalam deskripsi evaluasi berikut ini.
4. Evaluasi adalah upaya untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya "sesuatu", (di dalamnya terdapat aktivitas pengukuran dan penilaian) untuk tindak lanjut dari informasi yang diperoleh dalam menentukan "alternatif" keputusan yang akan diambil.
Secara sistematis hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut;
objek pilihan -->pengukuran-->penilaian-->pengambilan keputusan.
(......evaluasi......)
TUGAS 1: ditulis pada weblog masing-masing, jangan lupa mengirim alamat blog anda via e-mail ke darssetia@yahoo.co.id atau darsanatasiun@gmail.com .
1. Carilah teori tentang evaluasi, penilaian dan pengukuran serta pengambilan keputusan dari sumber lain (sebut dan tuliskan sesuai kaidah daftar pustaka).
2. Carilah perbedaan antara Evaluasi Proses Pembelajaran dengan Evaluasi Program Pendidikan.
BACAAN PEMBUKA

Blog ini disajikan menjadi wahana interaksi aktif secara WAJIB bagi para mahasiswa saya, yang mengikuti perkuliahan EVALUASI dan PEMBELAJARAN pada periode semester genap tahun 2008.
Setiap mahasiswa tidak saja WAJIB memiliki dan mengaktifkan e-mailnya, akan tetapi sekaligus WAJIB memiliki WEBLOG SENDIRI, yang selain aktif untuk digunakan menjawab tugas-tugas mata kuliah, juga HARUS AKTIF dapat digunakan untuk interaksi secara virtual dengan mahasiswa maupun masyarakat lain yang lebih membutuhkan.
Selain nilai-nilai tugas yang berbobot 25%, maka proses diskusi virtual yang terjalin via blog akan memperoleh peluang nilai sampai berbobot 25% juga.
Last but not least, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) memiliki prasayarat kehadiran dalam perkuliahan lebih dari 80% atau kalau UAS harus hadir lebih dari 10 kali tatap muka.
Kesepakatan ini menjadi sah, manakala mahasiswa saya telah mengirimkan balasan e-mail ke alamat saya yaitu : darssetia@yahoo.co.id atau darsanatasiun@gmail.com/ dan mengirim tulisan tanda setuju, dengan mengklik komentar di pojok kanan bawah artikel.
Label:
Kesepakatan Tugas kuliah
Langganan:
Postingan (Atom)